Teknologging://Blog Teknologi

Tech, And Its Local Surrounding.

Rapidshare Milik Indonesia? Cuma Mimpi Kali  

 

onlinestoragevendors.jpg

Di tengah semakin berkembangnya jumlah pengguna internet di Indonesia dan dunia, trend-trend baru akan jenis layanan internet semakin banyak tumbuh dan bermunculan. Salah satu yang gak pernah lepas dari kehidupan sehari-hari setiap pengguna internet di seluruh dunia adalah layanan online storage atau penyimpanan data online yang juga bisa berfungsi sebagai alat pengiriman maupun penyebaran data melalui tautan (hyperlink) menuju file yang diinginkan. Salah satu contoh layanan semacam ini adalah Rapidshare.com.Di luar negeri, mungkin jumlah penyedia layanan online storage semacam itu sudah ratusan bahkan ribuan. Bukan itu saja, masing-masing mereka menawarkan pelayanan terbaiknya dengan puluhan gimmick atau penawaran yang menggiurkan, mulai dari mobility concept yaitu upload langsung dari hape, sampe yang menyediakan space puluhan Giga macam Adrive, yang bisa jadi alternatif backup atau penyimpanan dari harddisk lokal.

Namun di Indonesia, penyedia layanan online storage masih sangat-sangat-sangat sedikit, entah karena sebab apa. Setahu gw dari petualangan di dunia maya, hanya ada lima penyedia online storage yang cukup populer dan biasanya jadi pilihan pengguna internet di Indonesia. Mereka tidak lain adalah Gilaupload, Gudangupload, Indowebster, Indoupload dan Sharekingdom.

Bukan cuma itu aja. Sedikitnya pilihan yang ada untuk pengguna internet di Indonesia, ternyata masih harus ditambah berbagai kesulitan lainnya. Gudangupload, misalnya. Entah sejak kapan, mereka sengaja menyembunyikan tombol upload pada setiap member area milik penggunanya. Untuk meng-upload, si pengguna harus search dulu di Google mencari hyperlink Upload yang ternyata emang disembunyiin itu. Buat yang udah gape ama internet sih, no problemo. Tapi buat pemula alias newbie? Jelas menyulitkan.

Selain Gudangupload yang menyulitkan penggunanya, Sharekingdom yang belakangan mulai populer juga sejak beberapa minggu lalu down, yang katanya untuk maintenance dan upgrade sistem. Apa memang maintenance dan upgrade wajar berlangsung selama ini, gw gak tahu.

Lalu sekarang, melalui pengumuman resmi yang disiarkan lewat blognya, Indoupload telah dinyatakan tewas karena dua alasan sebagai berikut :

  1. Merasa bahwa untuk kedepannya secara pendanaan juga tidak memungkinkan untuk melanjutkan layanan terkait.
  2. Merasa bahwa konsep awal untuk merangsang dan menjamurkan yang judulnya local internet content telah tercapai dan tentunya pengguna internet indonesia saat ini lebih mudah menemukan layanan - layanan lokal.

Jelas bisa kita lihat, dua keputusan diatas walau salah satunya terlihat seperti mementingkan kepentingan umum (poin 2), menurut gw justru lebih berbau keputusan bisnis semata. Intinya, menjalankan usaha semacam ini masih belum menguntungkan di Indonesia.

Mungkin muncul pertanyaan, emangnya kalo penyedia layanan kayak gini di Indonesia makin banyak, ada untungnya? Jawabannya, jelas ada. Untuk beberapa orang, dan untuk ISP sendiri, membeli bandwith lokal ke Indonesia Internet Exchange atau IIX jauh lebih murah daripada membeli bandwith ke luar negeri. Inilah salah satu sebab kenapa hampir semua penyedia layanan internet (Internet Service Provider, ISP) asal Indonesia menyediakan kecepatan yang jauh lebih stabil untuk koneksi ke situs lokal (IIX) daripada ke situs luar negeri.

Lalu pertanyaannya, apakah sebegini sulitnya mengembangkan bisnis online lokal di Indonesia? Atau memang impian mempunyai layanan online storage kelas dunia milik negeri sendiri memang cuma impian di siang hari?

The article has

5 responses

Written by gagahput3ra

April 18th, 2008 at 2:54 pm

5 Responses to 'Rapidshare Milik Indonesia? Cuma Mimpi Kali'

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to 'Rapidshare Milik Indonesia? Cuma Mimpi Kali'.

  1. Ada kok pasti untungnya, secara tidak langsung dan jangka panjang :). Anyway, berbicara non-bisnis, layanan yang sifatnya sukarela memang tidak bisa diharapkan, kecuali mungkin seperti indowebster yang saya lihat memiliki pengelolaan yang baik serta infrastruktur yang matang bisa lebih survive di kancah layanan gratis yang terkait dengan online storage.

    Paling tidak kita bisa lihat bersama sekarang, semacam blogdetik.com yang juga memiliki performa yang dapat diandalkan serta model pengelolaan yang profesional, pelan-pelan akan makin memancing maraknya local internet content.

    Atau dagdigdug.com ini? saya juga baru tau ;p

    Kita doain aja sama-sama :)

    Tajid Yakub

    18 Apr 08 at 4:41 pm

  2. ooh… oom yang satu ini sekarang juga blogging disini ya ? :D
    moga-moga menkominfo mau menjadi promotor bagi berkembangnya local content

    sukur-sukur kalo berkenan jadi sponsor segala :D

    dadan

    19 Apr 08 at 10:47 am

  3. sad but true, memang peluang mengembangkan bisnis online lokal di indonesia belom terbuka lancar. bisanya cuma menangguk dolar melalui spammy sites.

    padahal pengguna internet di indonesia mulai banyak (25 juta ya kalo ga salah?)

    kapaann ya di indonesia, internet startups bisa hidup bahagia? kayak twitter, 37signals, etc etc

    Baru Bisa Mimpi

    tre

    19 Apr 08 at 1:36 pm

  4. Akan saya pertimbangkan *berlagak spt konglomerat*

    khairuddin

    11 Jul 08 at 10:28 am

  5. @4
    Kalo bisa jangan lupa bagi2 lowongan di Data Centernya ya…..: lol:

    gagahput3ra

    11 Jul 08 at 1:31 pm

Leave a Reply